MEKANISME PENERBITAN SIM SAT LANTAS POLRES BENGKALIS

 

Mekanisme Penerbitan sim tersebut sesuai Perkap no 09 tahun 2012 :

 

BAB IV
PERSYARATAN

Bagian Kesatu
Umum

Pasal 24

Persyaratan pendaftaran SIM bagi peserta uji meliputi:
a.usia;
b.administrasi; dan
c.kesehatan.

Bagian Kedua
Persyaratan Usia

Pasal 25

(1)Persyaratan usia, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf a, paling rendah:
a.berusia 17 (tujuh belas) tahun untuk SIM A, SIM C, dan SIM D;

b.berusia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM B I; dan

c.berusia 21 (dua puluh satu) tahun untuk SIM B II.

d.berusia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM A Umum;

e.berusia 22 (dua puluh dua) tahun untuk SIM B I Umum; dan
f.berusia 23 (dua puluh tiga) tahun untuk SIM B II Umum.
(2)Persyaratan usia, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berlaku bagi Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing.

 

Bagian Ketiga
Persyaratan Administrasi

Paragraf 1
Umum

Pasal 26

Persyaratan administrasi, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 huruf b, terdiri atas persyaratan pengajuan:
a.SIM baru;
b.perpanjangan SIM;
c.pengalihan golongan SIM;
d.perubahan data pengemudi;
e.penggantian SIM hilang atau rusak;
f.penerbitan SIM akibat pencabutan SIM; dan
g.SIM Internasional.

Paragraf 2
SIM Baru

Pasal 27

(1)Persyaratan administrasi pengajuan SIM baru, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf a, untuk mengemudikan Ranmor perseorangan meliputi:
a.mengisi formulir pengajuan SIM; dan

b.Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing.
(2)Dokumen keimigrasian, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, berupa:
a.paspor dan kartu izin tinggal tetap (KITAP) bagi yang berdomisili tetap di Indonesia;
b.paspor, visa diplomatik, kartu anggota diplomatik, dan identitas diri lain bagi yang merupakan staf atau keluarga kedutaan;
c.paspor dan visa dinas atau kartu izin tinggal sementara (KITAS) bagi yang bekerja sebagai tenaga ahli atau pelajar yang bersekolah di Indonesia; atau
d.paspor dan kartu izin kunjungan atau singgah bagi yang tidak berdomisili di Indonesia.
(3)Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pengajuan golongan SIM umum baru harus juga dilampiri dengan:
a.sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi; dan/atau
b.Surat Izin Kerja dari Kementerian yang membidangi Ketenagakerjaan bagi Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia.

 

Paragraf 3
Perpanjangan SIM

Pasal 28

(1)Persyaratan administrasi pengajuan perpanjangan SIM, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 huruf b, meliputi:
a.mengisi formulir pengajuan perpanjangan SIM;

b.Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing;

c.SIM lama;

d.surat keterangan lulus uji keterampilan Simulator; dan

e.surat keterangan kesehatan mata.

(2)Perpanjangan SIM dilakukan sebelum masa berlakunya berakhir.
(3)Perpanjangan yang dilakukan setelah lewat waktu, sebagaimana dimaksud pada ayat (2), harus diajukan SIM baru sesuai dengan golongan yang dimiliki dengan memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27.
BAB V
TATA CARA PENERBITAN

Bagian Kesatu
SIM Baru

Paragraf 1
Pendaftaran

Pasal 38

(1)Petugas kelompok kerja identifikasi dan verifikasi, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) huruf a melakukan:
a.penerimaan persyaratan pendaftaran SIM;
b.pengecekan kelengkapan persyaratan; dan

c.pengambilan sidik jari, tanda tangan, dan foto peserta uji.
(2)Dalam hal persyaratan pendaftaran yang diajukan, tidak lengkap, petugas memberitahukan peserta uji untuk melengkapi kekurangan persyaratan.
(3)Dalam hal persyaratan pendaftaran yang diajukan, sudah lengkap, petugas kelompok kerja identifikasi dan verifikasi menyampaikan kepada:
a.peserta uji untuk membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak di loket pembayaran atau di bank yang ditunjuk secara tunai atau elektronik yang besarannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan;dan
b.kelompok kerja pendaftaran untuk menerima semua dokumen persyaratan beserta tanda bukti pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak.

Paragraf 2
Pendataan

Pasal 39

(1)Petugas kelompok kerja pendaftaran, setelah menerima persyaratan pendaftaran, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 ayat (3) huruf b, harus melakukan:
a.pemasukan data identitas lengkap peserta uji secara manual ke dalam Buku Register dan/atau secara elektronik dalam pangkalan data dan database Sistem Informasi dan Komunikasi Regident Pengemudi;
b.pencetakan tanda bukti penerimaan formulir uji SIM peserta uji; dan

c.pembubuhan paraf pada persyaratan pendaftaran.

(2)Data identitas nama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a harus dicantumkan secara lengkap sesuai dengan nama dalam akte kelahiran dan dapat dicantumkan gelar akademik pendidikan.
(3)Setelah melaksanakan kegiatan, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), petugas kelompok kerja pendaftaran menyampaikan:
a.persyaratan pendaftaran dan/atau data peserta uji kepada kelompok kerja:
1.pengujian SIM;
2.penerbitan SIM; dan
3.pengarsipan SIM.
b.tanda bukti penerimaan dokumen persyaratan kepada peserta uji.

Paragraf 3
Pengujian

Pasal 40

(1)Setelah menerima dokumen persyaratan, Petugas kelompok kerja pengujian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (3) huruf a angka 1, melakukan:
a.pengecekan ulang kesesuaian data peserta uji dengan persyaratan pendaftaran;

b.pengujian; dan
c.pengawasan pelaksanaan pengujian.

(2)Pengujian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dilaksanakan pada hari diajukan dokumen persyaratan dan diterima secara lengkap oleh petugas kelompok kerja pengujian.
(3)Setelah melakukan kegiatan, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Petugas kelompok kerja pengujian menyampaikan hasil ujian peserta uji kepada kelompok kerja:
a.penerbitan SIM; dan
b.pengarsipan.

Paragraf 4
Penerbitan

Pasal 41

(1)Atas dasar bukti lulus ujian, petugas kelompok kerja penerbitan SIM harus:
a.meminta calon Pengemudi untuk melakukan verifikasi data identitas yang tercantum dalam format SIM;

b.mencantumkan:

1.nomor SIM;
2.jangka waktu berlakunya SIM;
3.tanggal, bulan, dan tahun penerbitan SIM;
4.nama pejabat Kepolisian; dan
c.memasukkan tanda tangan elektronik pejabat yang berwenang dan cap elektronik instansi penerbit SIM.
(2)Nomor SIM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b angka 1 harus berdasarkan nomor urut penerbitan SIM pada tahun berjalan.
(3)Data jangka waktu berlakunya SIM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b angka 2, harus sesuai dengan tanggal dan bulan kelahiran calon Pengemudi.
(4)Tanggal, bulan, dan tahun penerbitan SIM sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b angka 3 ditetapkan sebagai saat mulai berlakunya SIM.
(5)Pencantuman tanda tangan elektronik dan cap elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c berfungsi sebagai pengesah SIM.

Pasal 42

(1)Setelah dilakukan verifikasi data identitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (1) huruf a, petugas melakukan penerbitan SIM sesuai dengan pengajuan.
(2)SIM yang diterbitkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), oleh petugas diserahkan kepada peserta uji.
(3)Semua dokumen persyaratan dan hasil kelulusan ujian disampaikan kepada petugas kelompok kerja pengarsipan.

Paragraf 5
Pengarsipan

Pasal 43

(1)Pengarsipan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (3) huruf b, dilakukan untuk arsip dokumen persyaratan peserta uji, identitas lengkap Pengemudi, data lain Pengemudi, dan dokumen pendukung lain.
(2)Arsip, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), berbentuk:
a.cetak; dan/atau
b.elektronik.
(3)Penyusunan arsip dikelompokkan berdasarkan nomor SIM dan golongan SIM.
(4)Pengelolaan arsip Regident Pengemudi dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dalam rangka mencapai tujuan Regident Pengemudi.

Bagian Kedua
Perpanjangan SIM

Pasal 44

(1)Perpanjangan SIM dapat dilaksanakan di Satpas atau tempat pelayanan SIM lain di seluruh Indonesia.
(2)Pengajuan perpanjangan SIM beserta dokumen persyaratan diajukan ke:
a.petugas kelompok kerja identifikasi dan verifikasi bagi perpanjangan SIM yang dilakukan di Satpas; dan

b.petugas pada tempat pelayanan SIM lain.

Pasal 45

(1)Petugas kelompok kerja identifikasi dan verifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a melakukan:
a.kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38;

b.mencocokkan sidik jari dengan rumus sidik jari yang sudah ada dalam data kepolisian; dan
c.meneruskan kepada petugas kelompok kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 sampai dengan Pasal 43.
(2)Petugas pada kelompok kerja melakukan kegiatan sesuai kewenangan yang ditentukan dalam Pasal 39 sampai dengan Pasal 43, kecuali pelaksanaan ujian.
(3)Ujian pada perpanjangan SIM hanya dilaksanakan ujian keterampilan melalui Simulator oleh petugas kelompok kerja pengujian.

Pasal 46
Petugas pada tempat pelayanan SIM lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (2) huruf b, melakukan:

a.kegiatan yang menjadi kewenangan kelompok kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 sampai dengan Pasal 43; dan
b.melaksanakan ujian ketrampilan melalui Simulator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*